UTS Metode Pembelajaran Sastra


UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Nama                          : Risa Amaliah
NPM                           : 8820118029
Semester/Tingkat      : 4 (empat)/2 (dua)
Progam Studi             : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Matakuliah                : Metode Pembelajaran Sastra
Dosen                          : Prof. Dr. H. Yus Rusyana
  Dra. Hj. Yeni Suryani, M.Pd.
SOAL !!!
1.      Kerjakan soal berikut:
a.       Kemukakan tujuan pembelajaran sastra yang saudara ketahui
b.      Kegiatan apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran pada soal (1.a) di atas?
2.      Kerjakan soal yang berkenaan dengan apresiasi berikut:
a.       Jelaskan apa yang dimaksud dengan mengapresiasi sastra!
b.      Sebutkan dan jelaskan kegiatan dalam mengapresiasi sastra!
3.      Kemukakan dan jelaskan minimal tiga metode pembelajaran sastra yang Saudara ketahui!
Jawaban No 1
Bagian A
1.      Mengenal dan mampu membedakan bentuk-bentuk puisi, prosa dan drama.
2.      Mampu membedakan ragam bahasa sastra dengan ragam bahasa lainnya.
3.      Memiliki kegemaran membaca/menikmati karya sastra untuk meningkatkan kepribadian ,
4.      Mempertajam kepekaan perasaan dan memperluas wawasan kehidupannya.
5.      Mampu menggunakan ungkapan-ungkapan sastra yang baik dalam berbicara dan menulis.
Bagian B
1.      Mendengarkan                                                6.  Mementaskan
2.      Menonton                                            7. Menulis
3.      Membaca                                             8. Menilai
4.      Menuturkan                                         9. Meresensi
5.      Membaca Nyaring                              10. Menganalisis

Jawaban No 2
Bagian A
Effendi dalam Jamaludin (2003:40) mengemukakan bahwa pengertian “apresiasi sastra” adalah menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh sehingga tumbuh pengertian, pujian, kepekaan pikiran keritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap cipta sastra.
Tarigan (1984) menjelaskan bahwa apresiasi sastra adalah penafsiran kualitas karya sastra serta pemberian nilai yag wajar kepadanya berdasarkan pengamatan dan pengalaman yang jelas, sadar serta kritis, sebagai seorang yang memiliki pengalaman maupun mengamati sastra bukan hanya bisa melihat dan menafsirkan saja, melainkan dapat menilai sebuah karya sastra tersebut dari aspek kualitasnya.
Dapat disimpulkan dari dua pendapat di atas bahwa apresiasi adalah suatu kegiatan seseorang dalam menggauli karya sastra untuk memberikan penilaian/pujian terhadap kualitas sebuah karya melalui perasaan atau kepekaan batin, pemikiran kritis, pemahaman, dan pengakuan terhadap nilai-nilai keindahan yang diungkapkan oleh pengarang.
Bagian B
Kegiatan untuk untuk mengapresiasi sastra
A.    Mendengarkan hasil sastra
1)      Mendengarkan pembacaan puisi
2)      Mendengarkan cerita pendengar
3)      Mendengarkan penutur
4)      Mendengarkan pembacaan dialog drama
5)      Mendengarkan kutipan novel
B.     Menonton hasil sastra
1)      Menonton pementasan drama

C.    Membaca cerita sastra
1)      Membaca Puisi
2)      Membaca Cerpen
3)      Membaca Novel
4)      Membaca Drama
5)      Membaca Kritik Sasta
Jawaban No 3
1)      Metode Imersi (Immersion Method)
Metode Imersi (Immersion Method) yang ditawarkan di sini berangkat dari pandangan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan apresiasi sastra (pembelajaran sastra) siswa layaknya dibenamkan ke dalam sesuatu atau dibenami sesuatu. Siswa dibenamkan ke dalam sebuah dunia yang sarat dengan aneka ragam karya sastra ditambah pengetahuan sastra). Dapat juga dikatakan bahwa siswa dibenami dengan beronggok-onggok karya sastra (Sumaryadi, 2008).
2)      Metode Secara Langsung
Metode secara langsung, dimaksudkan bahwa siswa itu sendiri harus secara langsung membaca bermacam sajak, cerita, atau drama dari berbagai sastrawan dan zaman, atau secara langsung mendengarkan sajak dideklamasikan atau dibacakan (poetry reading) dan menyaksikan drama yang dipentaskan. Agar siswa memperoleh pengertian yang sebaik-baiknya tentang wujud dan fungsi karya sastra dan dapat menghargainya secara wajar, kegiatan tersebut (membaca, mendengarkan, menyaksikan) harus dilakukan secara sungguh-sungguh dan sebanyak-banyaknya.
3)      Metode Kontekstual
Metode kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi nyata siswa dan mendorong siswa mengaitkan pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga dan masyarakat. Melalui pendekatan kontekstual, hasil pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran bersifat alami, karena siswa bekerja dan mengalami, bukan sekadar mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil (Nurhadi, 2003:1). Lima bentuk belajar dalam metode kontekstual adalah bentuk belajar relating, experiencing, applying, cooperating, dan transfering. Relating adalah bentuk belajar dalam konteks kehidupan nyata. Experiencing adalah belajar dalam konteks kegiatan eksplorasi, penemuan, dan penciptaan. Applying adalah belajar dalam bentuk penerapan pengalaman hasil belajar ke dalam penggunaan dan kebutuhan praktis. Cooperating adalah belajar dalam bentuk berbagi informasi dan pengalaman, saling merespon, dan saling berkomunikasi. Transfering adalah kegiatan belajar dalam bentuk memanfaatkan pengetahuan dan pengalamannya berdasarkan konteks baru untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman belajar yang baru (Suparno, 2003).




Komentar

Postingan populer dari blog ini

UTS Semantik

UTS Ilmu Alamiah Dasar

Tugas Ke-2 IAD