Ilmu Alamiah Dasar
SISTEM
REPRODUKSI PADA MANUSIA
Sistem Reproduksi pada manusia merupakan kegiatan berkembang
biak sehingga melahirkan keturunan yang bertujuan untuk mempertahankan
keberlangsungan spesiesnya didunia. proses reproduksi merupakan tahapan yang
terjadi didalam organ reproduksi manusia. berdasarkan alat reproduksinya,
manusia dibedakan menjadi dua jenis, laki laki dan perempuan. Hal ini
biasa disebut dengan istilah jenis kelamin. Jenis kelamin pada manusia telah
terbentuk dan berkembang sejak berada di dalam rahim, dan siap untuk melakukan
proses reproduksi setelah manusia memasuki masa dewasa kelamin.
A.
Alat
reproduksi laki-laki
Alat reproduksi laki-laki terdiri dari alat kelamin bagian
luar dan alat kelamin bagian dalam. Perhatikan gambar di bawah. Alat kelamin
bagian luar terdiri dari penis dan skrotum. Sedangkan alat kelamin bagian dalam
terdiri dari testis, epididimis, vas deferens, prostat, vesika seminalis, dan
kelenjar bulbouretral.
1. Testis
Testis disebut juga dengan buah zakar. Testis merupakan
organ kecil dengan diameter sekitar 5 cm pada orang dewasa. Testis membutuhkan
suhu lebih rendah dari suhu badan (36,7 oC) agar dapat berfungsi secara
optimal. Oleh karena itu, testis terletak di luar tubuh di dalam suatu kantong
yang disebut skrotum. Ukuran dan posisi testis sebelah kanan dan kiri berbeda.
Testis berfungsi sebagai tempat pembentukan sperma (spermatogenesis).
Spermatogenesis pada manusia berlangsung selama 2 – 3 minggu. Bentuk sperma
sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Sperma
berbentuk seperti kecebong, dapat bergerak sendiri dengan ekornya.
Testis juga memiliki tanggung jawab lain, yaitu membuat
hormon testosteron. Hormon ini merupakan hormon yang sangat bertanggung jawab
atas perubahan anak laki-laki menjadi dewasa. Membuat suara laki-laki menjadi
besar dan berat, dan berbagai perubahan lain yang memperlihatkan bahwa seorang
anak telah beranjak dewasa.
2. Skrotum
Skrotum adalah kantong kulit yang
melindungi testis dan berfungsi sebagai
tempat bergantungnya testis. Skrotum berwarna gelap dan berlipat-lipat. Skrotum mengandung otot polos yang mengatur jarak testis ke dinding perut. Dalam menjalankan fungsinya, skrotum dapat mengubah ukurannya. Jika suhu udara dingin, maka skrotum akan mengerut dan menyebabkan testis lebih dekat dengan tubuh dan dengan demikian lebih hangat. Sebaliknya pada cuaca panas, maka skrotum akan membesar dan kendur. Akibatnya luas permukaan skrotum meningkat dan panas dapat dikeluarkan.
tempat bergantungnya testis. Skrotum berwarna gelap dan berlipat-lipat. Skrotum mengandung otot polos yang mengatur jarak testis ke dinding perut. Dalam menjalankan fungsinya, skrotum dapat mengubah ukurannya. Jika suhu udara dingin, maka skrotum akan mengerut dan menyebabkan testis lebih dekat dengan tubuh dan dengan demikian lebih hangat. Sebaliknya pada cuaca panas, maka skrotum akan membesar dan kendur. Akibatnya luas permukaan skrotum meningkat dan panas dapat dikeluarkan.
3. Vas deferens
Vas deferens adalah sebuah tabung yang dibentuk dari otot.
Vas deferens membentang dari epididimis ke uretra. Vas deferens berfungsi sebagai
tempat penyimpanan sperma sebelum dikeluarkan melalui penis. Saluran ini
bermuara dari epididimis. Saluran vas deferens menghubungkan testis dengan
kantong sperma. Kantong sperma ini berfungsi untuk menampung sperma yang
dihasilkan oleh testis.
4. Epididimis
Epididimis adalah saluran-saluran
yang lebih kecil dari vas deferens. Alat ini mempunyai bentuk berkelok-kelok
dan membentuk bangunan seperti topi. Epididimis berfungsi sebagai tempat
pematangan sperma.
5. Vesikula seminalis
Alat ini berfungsi sebagai penampung spermatozoa dari
testis.
6. Kelenjar prostat
Kelenjar prostat sebagai penghasil cairan basa untuk
melindungi sperma dari gangguan luar.
7. Uretra
Uretra merupakan saluran sperma dan urine. Uretra berfungsi
membawa sperma dan urine ke luar tubuh.
8. Penis
Penis dibagi menjadi dua bagian, yaitu batang dan kepala
penis. Pada bagian kepala terdapat kulit yang menutupinya, disebut preputium.
Kulit ini diambil secara operatif saat melakukan sunat. Penis tidak mengandung
tulang dan tidak terbentuk dari otot. Ukuran dan bentuk penis bervariasi,
tetapi jika penis ereksi ukurannya hampir sama. Kemampuan ereksi sangat
berperan dalam fungsi reproduksi. Pada bagian dalam penis terdapat saluran yang
berfungsi mengeluarkan urine. Saluran ini untuk mengalirkan sperma keluar.
Jadi, fungsi penis sebagai alat sanggama, saluran pengeluaran sperma, dan
urine.
Pada usia remaja (sekitar usia 12 –
13 tahun), umumnya organ kelamin laki-laki telah mampu menghasilkan sel sperma.
Biasanya ditandai dengan mimpi dan keluarnya sel sperma (mimpi basah). Sel
sperma manusia memiliki panjang ±60 μm. Dalam satu tetes semen (air mani) terdapat
kurang lebih 200 – 500 juta sperma. Sel sperma dapat bergerak aktif karena
mempunyai flagela (ekor).
B. Alat reproduksi wanita
Saat dilahirkan seorang anak wanita telah mempunyai alat
reproduksi yang lengkap, tetapi belum berfungsi sepenuhnya. Alat reproduksi ini
akan berfungsi sepenuhnya saat seorang wanita telah memasuki masa pubertas.
Alat reproduksi wanita juga terdiri dari alat kelamin dalam dan alat kelamin
luar. Alat kelamin bagian luar terdiri dari lubang vagina, labia mayora, labia
minora, mons pubis dan klitoris. Sedangkan pada alat kelamin bagian dalam
terdapat ovarium, tuba falopii (oviduk), dan uterus (rahim).
1.
Vulva
Vulva merupakan daerah yang menyelubungi vagina. Vulva
terdiri atas mons pubis, labia, klitoris, daerah ujung luar vagina, dan saluran
kemih. Mons pubis adalah gundukan jaringan lemak yang terdapat di bagian bawah
perut. Daerah ini dapat dikenali dengan mudah karena tertutup oleh rambut
pubis. Rambut ini akan tumbuh saat seorang gadis beranjak dewasa. Labia adalah
lipatan berbentuk seperti bibir yang terletak di dasar mons pubis. Labia
terdiri dari dua bibir, yaitu bibir luar dan bibir dalam. Bibir luar disebut
labium mayora, merupakan bibir yang tebal dan besar. Sedangkan bibir dalam
disebut labium minora, merupakan bibir tipis yang menjaga jalan masuk ke
vagina. Klitoris terletak pada pertemuan antara ke dua labia minora dan dasar
mons pubis. Ukurannya sangat kecil sebesar kacang polong, penuh dengan
sel saraf sensorik dan pembuluh darah. Alat ini sangat sensitif dan berperan
besar dalam fungsi seksual.
2. Vagina
Vagina adalah saluran yang elastis,
panjangnya sekitar 8-10 cm, dan berakhir pada rahim. Vagina dilalui darah pada
saat menstruasi dan merupakan jalan lahir. Karena terbentuk dari otot, vagina
bisa melebar dan menyempit. Kemampuan ini sangat hebat, terbukti pada saat
melahirkan vagina bisa melebar seukuran bayi yang melewatinya. Pada bagian
ujung yang terbuka, vagina ditutupi oleh sebuah selaput tipis yang dikenal
dengan istilah selaput dara. Bentuknya bisa berbeda-beda setiap wanita. Selaput
ini akan robek pada saat bersanggama, kecelakaan, masturbasi/onani yang terlalu
dalam, olah raga dan sebagainya.
3. Serviks
Serviks disebut juga dengan mulut rahim. Serviks ada pada
bagian terdepan dari rahim dan menonjol ke dalam vagina, sehingga berhubungan
dengan bagian vagina. Serviks memproduksi cairan berlendir. Pada sekitar waktu
ovulasi, mukus ini menjadi banyak, elastis, dan licin. Hal ini membantu
spermatozoa untuk mencapai uterus. Saluran yang berdinding tebal ini akan
menipis dan membuka saat proses persalinan dimulai.
4. Rahim
Rahim disebut juga uterus. Alat ini memiliki peranan yang
besar dalam reproduksi wanita. Rahim berperan besar saat menstruasi hingga
melahirkan. Bentuk rahim seperti buah pear, berongga, dan berotot. Sebelum
hamil beratnya 30-50 gram dengan ukuran panjang 9 cm dan lebar 6 cm kurang
lebih sebesar telur ayam kampung. Tetapi saat hamil mampu membesar dan beratnya
mencapai 1000 gram. Rahim berfungsi sebagai tempat untuk perkembangan embrio
menjadi janin. Dinding rahim memiliki banyak pembuluh darah sehingga dindingnya
menebal ketika terjadi pertumbuhan janin. Rahim terdiri atas 3 lapisan, yaitu:
1) Lapisan parametrium, merupakan
lapisan paling luar dan yang berhubungan dengan rongga perut.
2) Lapisan miometrium merupakan lapisan
yang berfungsi mendorong bayi keluar pada proses persalinan (kontraksi).
3) Lapisan endometrium merupakan
lapisan dalam rahim tempat menempelnya sel telur yang sudah dibuahi. Lapisan
ini terdiri atas lapisan kelenjar yang berisi pembuluh darah.
5. Ovarium
Ovarium menghasilkan ovum. Ovarium
disebut juga dengan indung telur. Letak ovarium di sebelah kiri dan kanan
rongga perut bagian bawah. Ovarium berhasil memproduksi sel telur jika wanita
telah dewasa dan mengalami siklus menstruasi. Setelah sel telur masak, akan
terjadi ovulasi yaitu pelepasan sel telur dari ovarium. Ovulasi terjadi setiap
28 hari. Sel telur disebut juga dengan ovum.
6. Tuba fallopi
Tuba fallopi disebut juga dengan
saluran telur. Saluran telur adalah sepasang saluran yang berada pada kanan dan
kiri rahim sepanjang +10 cm. Saluran ini menghubungkan rahim dengan ovarium
melalui fimbria. Ujung yang satu dari tuba fallopii akan bermuara di rahim
sedangkan ujung yang lain merupakan ujung bebas dan terhubung ke dalam rongga
abdomen. Ujung yang bebas berbentuk seperti umbai dan bergerak bebas. Ujung ini
disebut fimbria dan berguna untuk menangkap sel telur saat dilepaskan oleh ovarium.
Dari fimbria, telur digerakkan oleh rambut-rambut halus yang terdapat di dalam
saluran telur menuju ke dalam rahim.
C. Fertilisasi dan Perkembangan Embrio
Fertilisasi adalah proses pembuahan. Ovum matang dilepas
ovarium dan ditangkap rumbai-rumbai pada corong tuba fallopi. Jika ada sperma
masuk, maka ovum dibuahi sperma. Ovum yang sudah dibuahi membentuk zigot,
kemudian zigot bergerak menuju rahim. Jika ovum tidak dibuahi sperma, jaringan
dalam dinding rahim yang telah menebal dan banyak pembuluh darah akan rusak dan
luruh sehingga terjadi menstruasi.
Bersamaan dengan terjadinya pematangan ovum, sel-sel dinding
rahim tumbuh menebal dan banyak pembuluh darah sehingga pada saat zigot datang
dan menempel tidak terjadi gangguan. Pematangan ovum dan penebalan dinding
rahim dipengaruhi hormon esterogen dan progesterone. Di rahim embrio berkembang
selama 9 bulan untuk menjadi bayi.
D. Gangguan Sistem Reproduksi pada
Manusia
Sistem reproduksi dapat mengalami
gangguan atau kelainan. Gangguan ini dapat menyebabkan pasangan usia subur
sulit memperoleh keturunan. Oleh karena itu, kamu harus selalu menjaga
kesehatan organ-organ reproduksi, sehingga kelak dapat memperoleh keturunan
yang sehat. Beberapa gangguan dan penyakit yang berkaitan dengan sistem
reproduksi adalah sebagai berikut.
1. HIV/AIDS
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) disebabkan oleh
virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang kekebalan tubuh. Penularannya
dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah penderita AIDS, jarum suntik
yang tercemar, dan ibu hamil kepada anaknya. Tubuh yang terserang virus HIV
kekebalannya rusak, sehingga mudah terinfeksi oleh berbagai jenis penyakit yang
dapat menimbulkan kematian. Infeksi HIV awalnya tidak menampakkan gejala sakit.
Pada tahap berikutnya muncul gejala flu berulang seperti lesu, demam,
berkeringat di malam hari, dan otot sakit.
2. Sifilis
Penyakit sifilis sering disebut raja singa. Sifilis bersifat
menular dan disebabkan oleh bakteri Troponema pallidum. Penularan dapat terjadi
melalui hubungan seksual, transfusi darah, dan kehamilan. Gejala awalnya timbul
bisul pada bagian penis laki-laki atau di rahim perempuan. Bisul ini tidak
menyebabkan rasa sakit dan dapat sembuh dengan sendirinya. Gejala selanjutnya
muncul lesi dipermukaan kulit di seluruh tubuh namun tidak menyebabkan gatal,
sariawan di mulut, sakit tenggorokan, demam ringan, dan pembengkakan kelenjar
limfa pada lipatan tangan, leher, dan paha. Gejala-gejala ini juga dapat hilang
dengan sendirinya. Pada infeksi tingkat lanjut, muncul gejala berupa kerusakan
tulang dan sendi, aorta, dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Namun gejala-gejala
ini dapat dihentikan dengan pengobatan.
3. Gonore
Penyakit gonore disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseiria
gonokokus dan dapat menular melalui hubungan seksual. Gonore menyerang selaput
lendir uretra, leher rahim, dan organ lain. Pada laki-laki, gejalanya adalah
terasa sakit saat buang air dan keluar nanah dari uretra. Pada penderita
wanita, muncul gejala keluar lendir berwarna hijau dari alat kelamin. Namun
banyak perempuan yang tidak menunjukkan adanya gejala, sehingga penyakit akan
berlanjut sampai terjadi komplikasi. Infeksi yang menyebar hingga ke testis (pada
laki-laki) dan oviduk (pada wanita) dapat menyebabkan kemandulan. Infeksi yang
menyebar ke persendian menyebabkan radang sendi. Bayi yang lahir dari penderita
gonore dapat mengalami kebutaan jika tidak segera mendapatkan pengobatan.
4. Klamidia (klamidiasis)
Pada
laki-laki akan keluarnya nanah dari penis saluran urine. Sehingga mengakibatkan
infeksi pada testis.
5. Herpes (dhab)
Luka
pada vagina atau penis. Ini sangat membahayakan jantung dan otak, melalui ibu
yang ditularkan ke fetusnya.
6. Candidiasis (keputihan)
Gejala
yang timbul yaitu luka pada vagina atau penis seperti bercak-bercak yang
menyerang pada alat kelamin manusia Infeksi pada dinding vagina, langit
-langit, lipatan dekat anus. Melalui proses kelahiran infeksi berasal dari ibu
selama kelahiran. Ini dapat diakibatkan karena kebersihan vagina, mulut dan
anus tidak terjaga.
E. Pencegahan
dan Penanganan Infertilitas
1. Obat
kesuburan
Hal pertama dan paling sering dilakukan pasangan yang mengalami infertilitas adalah menjalani pengobatan
kesuburan. Obat ini tersedia dalam bentuk pil maupun obat suntik yang biasanya
diberikan oleh dokter. Obat ini umumnya mengandung hormon untuk meningkatkan
produksi sel telur dan memperbesar potensi wanita untuk mendapatkan kehamilan.
2. Bayi
tabung
Bayi tabung merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan pasangan
untuk memiliki anak. Metode ini dilakukan dengan cara menggabungkan sel telur
dengan sperma dalam tabung di laboratorium dan embrio dibentuk di luar rahim. Pasangan
yang disarankan untuk melakukan hal ini adalah pasangan dengan endometriosis,
memiliki sperma sedikit, dan memiliki permasalahan pada rahim.
3. Inseminasi
buatan
Inseminasi buatan dilakukan dengan cara menyuntikkan sperma langsung ke
rahim dengan bantuan kateter. Tingkat keberhasilan inseminasi buatan lebih
tinggi daripada metode lain.Prosedurnya sangat sederhana dan cocok untuk orang
dengan kondisi sperma berkualitas rendah atau untuk wanita yang menghasilkan
antibodi terhadap sperma.
4. Donor
sel telur dan embrio
Ini adalah cara lain di mana orang ketiga terlibat. Embrio didapat dari
pasangan yang menjalani program bayi tabung, asalkan mereka hamil. Cara pertama
dilakukan jika suami mengalami ketidaksuburan, yaitu dengan embrio yang
diperoleh dari pendonor ditanamkan di rahim penerima. Jika wanita yang tidak
subur, telur yang didapat dari ovarium wanita lain dikombinasikan dengan sperma
pasangan penerima untuk membentuk embrio di laboratorium.
5. Akupunktur
Akupunktur untuk meningkatkan potensi kehamilan dilakukan dengan
menstimulasi titik tertentu menggunakan jarum. Hal ini diharapkan dapat
membantu orang yang mengalami ketidaksuburan dapat kembali subur dan
mendapatkan kehamilan.
1.
Al-Mu’minun{23} ayat 12-14:
Artinya:
“Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.”
“Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.”
2.
Az-Zumar{39} ayat 6:
Artinya:
“Dia menciptakan kamu dari seorang diri Kemudian dia jadikan daripadanya isterinya dan dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan[1306]. yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. tidak ada Tuhan selain Dia; Maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?”
20.Al-Mu’min{40} ayat 67:
Artinya:
“ Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah Kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, Kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, Kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), Kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).”
“Dia menciptakan kamu dari seorang diri Kemudian dia jadikan daripadanya isterinya dan dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan[1306]. yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. tidak ada Tuhan selain Dia; Maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?”
20.Al-Mu’min{40} ayat 67:
Artinya:
“ Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah Kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, Kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, Kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), Kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).”
3. Al-Fatir{35}
ayat 11:
Artinya:
“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah Kemudian dari air mani, Kemudian dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.”
“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah Kemudian dari air mani, Kemudian dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.”
HADIST
DAN AYAT-AYAT AL-QURAN YANG MENJELASKAN TENTANG HARAMNYA BAYI TABUNG
Al-Isra ayat 36 :
وَلَا
تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ
“dan janganlah
kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.
Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta
pertanggungan jawabnya“.
Kاَلْحَاجَةُ
تَنِْزلُ مَنْزِلَةَ الضَّرُوْرَةِ وَالضَّرُوْرَةُ تُبِيْحُ الْمَحْظُوْرَاتِ
“Hajat
(kebutuhan yang sangat penting) diperlakukan seperti dalam keadaan terpaksa.
Padahal keadaan darurat/terpaksa itu membolehklan melakukan hal-hal yang
terlarang”.
Dalil-dalil Syar’I
yang dapat dijadikan sebagai landasan hukumnya adalah
Al-Qur’an Surat
Al-Isra ayat 70
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي
آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ
الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا
(17:70)
Surat At-tin ayat 4
لَقَدْ
خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ (95:4)
Sesungguhnya
Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .
Kedua
ayat tersebut menunjukan bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk
yang mempunyai kelebihan/keistimewaan sehingga melebihi makhluk-makhluk Allah
lainnya. Dan Allah sendiri berkenan memuliakan manusia, maka sudah seharusnya
manusia bisa menghormati martabatnya sendiri dan juga menghormati martabat
sesama manusia. Dan inseminasi buatan dengan donor itu pada hakikatnya
merendahkan harkat martabat manusia (human dignity) sejajar dengan hewan yang
diinseminasi.
Hadits Nabi :
لَا
يَحِلُّ لِامِْرئٍ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْأَخِرِ أَنْ يَسْقِيَ مَاءَهُ
زَرْعَ غَيْرِهِ
“Tidak halal
bagi seseorang yang beriman kepada Alloh dan hari akhir menyiramkan airnya
(sperma) pada tanaman orang lain (vagina istri orang lain). (Hadits Riwayat Abu
Daud, Al-Tirmidzi, dan hadits ini dipandang shahih oleh Ibnu Hibban)”
Komentar
Posting Komentar