Strategi Belajar Mengajar
LAPORAN DISKUSI
“MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DALAM
PEMBELAJARAN CERPEN UNTUK KELAS VIII SMP”
Kelompok : 4
Anggota :
1. Dera Ayu Khoerunnisa
2. Lala
3. Mirat Susanti
4. Rafika Nurul Fadila
5. Risa Amaliah
6. Safira Naima Hilmi
Tingkat/Semester : 2/4
Program
Studi :
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Mata Kuliah : Strategi Belajar
Mengajar
SESI TANYA JAWAB
PERTANYAAN
NO 1
Penanya : M. Nuari Ramdan
Pertanyaan : Dalam kekurangan no.1 di
powerpoint, maksud dari tidak bisa
bernyanyi bagi siswa itu bagimana?
Jawaban :
(Risa
Amaliah) Model pembelajaran talking stick, ini
pembelajarannya memakai nyanyian. Misalnya nyanyian
potong bebek angsa, kalau misalnya anak itu tidak bisa bernyanyi maka
akan menghambat ke pelajarannya. Karena pembelajaran ini memakai nyanyian saat
stik sedang diputar (sedang mengasih
pertanyaan ) kalau siswa tersebut tidak bisa bernyanyi maka dia tidak akan
berperan aktif dalam pembelajaran.
(Dera Ayu
K.) Izin menambahkan jawaban dari apa yg telah disampaikan oleh Risa, ini
penjelasan menurut pendapat Dera ya, model pembelajaran talking stick itu
adalah model pembelajaran di mana dalam proses pembelajarannya menggunakan
stick yang dikelilingkan oleh setiap siswa setelah siswa diarahkan untuk
memahami materi yang telah disampaikan oleh gurunya. Salah satu kekurangannya
itu sesuai dengan yang saudara Nuari tanyakan, adalah siswa tidak bisa
bernyanyi. Maksudnya adalah, setiap rasa percaya diri siswa itu kan berbeda,
ada yang percaya dirinya tinggi dalam bernyanyi pada saat stick itu
dikelilingkan, ada siswa juga yang rasa percaya dirinya kurang (pemalu)
sehingga dengan siswa yangg kurang percaya dirinya kurang itu, pembelajaran
bisa terjeda karena ada siswa yang tidak bisa bernyanyi. Sebenarnya siswa
tersebut bukan tidak bisa bernyanyi, hanya saja rasa kepercayaan dirinya
kurang. Solusinya, sebelum stick (tongkat) dikelilingkan. Guru memberikan
penjelasan bahwa nyanyinya tidak perlu sesuai dengan teknis bernyanyi yang
sebagaimana mestinya dalam aturan bernyanyi, hanya saja bernyanyi yang sesuai
kemampuan saja dan lagu yang dinyanyikan tentunya sesuai dengan yang seluruh
siswa ketahui
PERTANYAAN
NO 2
Penanya : Putri Ayu Lestari
Pertanyaan : Apakah model pembelajaran talking
stick harus menggunakan tongkat, atau bisa selain tongkat misalnya memegang buku,
penggaris atau dll ?
Jawaban :
(Risa Amaliah) Pembelajaran talking stik ini tidak melulu menggunakan tongkat, bisa
menggunakan selain tongkat. Tapi lebih diutamakan menggunakan tongkat, karena
tongkat lebih mudah di genggam oleh tangan, selain itu lebih efesien.
(Husni
Farid Fauzi) Bisa, karna benda yang
menyerupai objek tongkat bisa, seperti buku yang digulung ataupun penggaris,
asalkan ada objek yang bisa digunakan.
PERTANYAAN
NO 3
Penanya : Yuni Astuti Sutisna
Pertanyaan : Bagaimana menjaga keefektifan
belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran talking stick ini? Lalu
bagaimana mengatasi siswa yang sulit dalam mencerna materi pembelajaran?
Jawaban :
(Dera Ayu
K.) Cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengatasi siswa yang sulit mencerna
materi, tentunya sebelum pembelajaran berlangsung guru harus terlebih dahulu
mengetahui karakteristik setiap siswa di dalam kelas, seperti cara penyampaian
materi yang tidak monoton, guru menanyakan dengan tegas siapa saja siswa yang
belum memahami materi yang telah disampaikan lalu menyampaikan pengulangan
materi kembali, atau bisa juga guru peka melihat siswa yang sudah paham dan
belum paham lalu dibuat tim yang menyatukan antara kedua siswa tersebut untuk
saling berbagi pengetahuan, selain itu upaya tersebut bisa meningkatkan rasa
saling tolong menolong antar siswa. Selain
dalam proses pemberian materi guru mampu mendapatkan umpan balik yang
baik, tentunya siswa juga mendapatkan penjelasan materi yang dapat dipahami
dengan baik.
(Safira
Naima Hilmi) Kita sebagai guru itu harus
mempunyai rencana dan persiapan terlebih dahulu. Persiapan sebelum hari H, jadi
kita sebagai guru harus memikirkan gambaran nanti pas pembelajaran kita
misalnya kita harus memikirkan nanti teh pasti ada siswa yang sulit diatur,
siswa yang lambat dalam memahami materi, siswa yang berisik dan lain lainnya
oleh karena itu dari gambaran itu kita langsung persiapkan kita harus berbuat
gimana agar semuanya efektif. Jadi semuanya bisa efektif kalau kita sebagai
guru bisa menghandalnya atau mengaturnya karena semua pembelajarn itu titik
fokusnya di guru. Setiap siswa itu emang beda cara dia memahami nya teh, ada
yang paham pas sekali menjelaskan, ada yang paham dengan menggunakan contoh,
ada yang paham dengan menggunakan vidio, ada yang paham dengan langsung
mengaplikasikannya, dll nah kita sebagai guru harus bisa mempersiapkan
semuanya.
(Mirat
Susanti) Masalah efektivitas kegiatan belajar
mengajar tentu saja berkaitan dengan masalah keterpaduan antar berbagai
komponen atau unsur antara rencana dan pelaksanaannya. Artinya, sebaik apapun
rencana kegiatan belajar mengajar itu disusun oleh guru tidak akan berhasil
dengan baik apabila pelaksanaannya tidak sesuai dengan rencana yang telah
disusun. Masalah efektivitas kegiatan belajar mengajar tentu saja berkaitan
dengan masalah keterpaduan antar berbagai komponen atau unsur antara rencana
dan pelaksanaannya. Artinya, sebaik apapun rencana kegiatan belajar mengajar
itu disusun oleh guru tidak akan berhasil dengan baik apabila pelaksanaannya tidak
sesuai dengan rencana yang telah disusun.
PERTANYAAN
NO 4
Penanya : Dissa Sri Nurlaili
Ningsih
Pertanyaan : Dalam model pembelajaran
talking stik ini bagaimana caranya supaya siswa bisa memahami materi yang
diajarkan guru ?
Jawaban :
(Dera ayu
K. ) Dalam memberikan penjelasan materi, guru juga dapat melibatkan media
pembelajaran yang menarik sehingga meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti
pembelajaran yang sedang berlangsung. Selain itu, agar siswa mampu memahami dengan baik materi
yang disampaikan oleh guru, guru melakukan pengulangan materi berdasarkan
penjelasan kata kunci tertentu dalam materi, sehingga materi yang disampaikan
padat, jelas, dan mampu dipahami dengan baik oleh siswa.
(Safira
Naima Hilmi) Dengan cara dijelaskan dulu
materinya, beri contoh yang mudah dipahami, lalu mengaplikasikannya langsung.
Kalo misalnya masih blum mengerti kita sebagai guru memberi gambaran dengan
memperlihatkan vidio contohnya, lalu beri lagi contoh yang lain. Apabila masih
saja ada siswa yang masih belum mengerti kalau siswanya itu ada 1 atau 2 orang
ya kita bahas nya nanti setelah selesai pembelajaran tersebut.
(Husni
Farid Fauzi) Menurut saya ada 5 cara
diantaranya : 1) Guru menyiapkan tongkat, 2) Guru mempersilahkan murid untuk
belajar dan diskusi, 3) Setelah selesai, guru mempersilahkan untuk menutup
buku, 4) Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada salah satu siswa, siswa
yang memegang tongkat harus menjawab pertanyaan dari guru. Sedemikan
seterusnya, 5) Guru memberikan kesimpulan.
Komentar
Posting Komentar